Tampilkan postingan dengan label kisah bulan dan bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah bulan dan bintang. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 Mei 2012
Seseorang yang merindukan Bulan
Indah bila melihat malam bertabur bintang, dengan kerlip cahaya nun jauh di atas sana. Pesona yang luar biasa ketika mata menatap wajah malam hari dengan tanpa mendung membayang. Semua itu akan sangat romantis apabila dilengkapi dengan hadirnya sang bulan. Semua orang sangat suka ketika melihat malam penuh bintang yang menghiasi seluruh angkasa raya, dan tentunya ada bulan di sana. Tanpa kehadiran bulan, semuanya terasa kurang sempurna. Bulanlah warna yang sempurna, bulan jualah yang menjadikan bumi ini semakin hidup. Adakah seseorang yang merindukan bulan? Ya, seseorang yang rindu akan kehadirannya, di atas langit malam yang indah, ditemani bintang-bintang angkasa yang berjuta-juta banyaknya. siapakah orang yang merindukan bulan itu? apakah kamu sang bulan itu? :)
Kamis, 27 Oktober 2011
Sorry.. I'll let U Go
The Star look like He`s crying waiting for Love can feel like dying ::
Bintang lebih baik menjauh dari bulan, karena ia tahu bahwa Bulan telah memilih yang lain, dan hatinya telah tertutup untuk Bintang. Bintang mengerti perasaan Bulan yang sesungguhnya, Bulan hanya mencintai Matahari dan bukan Bintang. Matahari adalah belahan jiwa bagi Bulan, karena tidak akan bisa Bulan memancarkan sinarnya tanpa Matahari. Matahari lah cinta sejati Bulan, ia tercipta untuk menemani bulan hingga akhir nanti.
Bintang merasa bahwa Matahari dan Bulan merupakan pasangan yang serasi. Matahari sangatlahperfect bagi Bulan, tidak ada yang lain selain dirinya. Walaupun tanpa Bintang, Bulan akan tetap bersinar dengan cahaya yang dipancarkan Matahari. Mereka saling melengkapi satu sama lain untuk selalu menerangi alam ini. Tanpa mereka alam ini akan menjadi gelap gulita. We all knew that the stars are jealous.
Rabu, 26 Oktober 2011
Bulan Juga Merindukan Bintang
Bintang..
Lama tak kulihat kau melintang
Tak kurasa sinarmu yang terang
Tidak pula ku dapat melayang
Meraup senyuman benderang
Indah kau terbentang
Hangatnya sorot kasih sayang
Kuingat kerlipmu gemilang
Aku rindu menatap bintang
Hapuskan lara yang terbayang
Kembalilah jangan hilang
The Moon and Star Story #6
Bintang Hanya Mencintai Bulan
Selepas kepergian Bintang yang tidak tahu entah kemana, malam-malam Bulan selalu sunyi, sepi, sendiri. Bulan seperti tidak bergairah melakukan rutinitasnya. Bulan mengerti bahwa bintang pergi meninggalkannya karena dia cemburu. Cemburu dengan para pemuja, juga cemburu dengan matahari yang dicintai Bulan. Bulan Tahu bahwa Bintang suka padanya, tidak hanya suka tetapi lebih dari itu. Bintang mencintai Bulan.
Bulan memang ‘menyukai’ bintang, mereka selalu hidup bersama, berbagi cerita sampai pagi tiba. Tapi Bulan menganggap semua itu biasa-biasa saja. Bulan menganggap Bintang tidak lebih dari sahabatnya, sahabat yang selalu setia, menemaninya setiap malam, memancarkan sinar untuk menerangi bumi. Bulan suka hal itu, tidak ada sedikitpun pikiran untuk berhenti melakukan hal tersebut. Namun, setelah kepergian Bintang semangatnya kini redup bersamaan dengan sinar yang dipancarkannya. Bulan sangat merindukan Bintang.
Sedihnya Bulan Sampai Ke Bumi
aku mendengar suara tangisanmu,
aku mendengar kau menjerit,
aku tahu kau sedang bersedih,
aku tahu kau merasa letih,
kau mulai bosan dengan semua yang ada,
kau merasa kesepian tanpa dirinya,
Bulan Tidak Mengerti Bintang
Setelah Bintang menyatakan bahwa ia ingin pergi menjauh dari Bulan, Bulan terus berpikir dan mencari tahu alasan apa yang benar-benar bisa diterima dan apa sebenarnya yang ada di pikiran Bintang. Bulan selalu mencari tahu dari hari ke hari, menanyakan pada bumi, angin dan awan, tetapi tidak ia dapatkan apa-apa.
Bulan tak mengerti mengapa bintang meninggalkannya. Bulan tak mengerti mengapa Bintang tega menjaui dirinya. Padahal mereka berdua adalah pasangan yang serasi pada waktu malam gelap, memancarkan sinarnya ke setiap sudut kota, menyinari setiap insan, menemani yang kesepian, memberikan harapan bagi siapa saja dalam kehampaan.
Ternyata Bulan Tidak Mencintai Bintang
Suatu hari pernah aku mendengar Bintang berbicara pada Bulan “Aku tidak ingin lagi menemanimu mulai malam ini dan seterusnya” katanya. “Kenapa?” tanya Bulan, “Padahal aku menyukaimu, aku menyukai malam-malam dimana kau ada dan menemani ku hingga fajar menjelang” Tetapi Bintang itu hanya diam meredup dan bersembunyi di balik awan.
Karena Bulan menyukainya maka Bintang itu menghilang. Aku mengetahui hal itu kerana sebuah Bintang lain yang adalah teman karibnya mengatakannya padaku: "Cinta memang aneh, bukankah ia seharusnya mempersatukan? Bintang itu mencintai Bulan, tetapi Bulan tidak mencintainya, ia hanya'menyukainya'. Terus apa bedanya suka sama cinta? Kenapa Bulan tidak membencinya saja, malah Bulan menyukainya sehingga Bintang tidak mempunyai alasan untuk tidak menemaninya malam nanti."
Sampai pada suatu malam Bulan berkata “Aku mencintai matahari” kata Bulan, “Ia dapat membuatku bersinar indah diwaktu malam. Ia membuatku selalu ditunggu oleh para pencinta malam. Ia membuatku selalu dinanti oleh para pujangga yang menulis berbait-bait puisi tentang cinta hanya dengan melihat diriku di langit malam. Anak-anak kecil menunggu kehadiranku agar dapat bermain-main dilapangan di tengah kampung.” Bintang tak pernah habis berpikir kenapa Bulan mencintai matahari. Bulan bahkan hampir tak pernah bertemu dengan matahari dan ketika mereka bertemu pun Bulan akan kehilangan sinarnya. Karena saat itulah gerhana matahari terjadi.
Mengapa Bulan Itu Terus Menjauh
Bulan dan Bintang hidup pada waktu yang sama yaitu di malam hari yang gelap. Karena mereka berdualah malam-malam gelap menjadi terang. Mereka berdua selalu hidup berdampingan dan terlihat begitu dekat. Suatu saat, entah mengapa sang Bintang mulai tidak nyaman dengan Bulan. Sang Bulan semakin banyak digemari oleh orang-orang bumi, dan merasa dirinya sebagai pujaan hati orang-orang tersebut. Karena hal tersebut sang Bintang tidak nyaman dan mencoba untuk menghindar dari Bulan. Tidak hanya menghindar tetapi menjauh dari Bulan. Bulan pun keheranan dengan sikap Bintang yang tiba-tiba menjauh dan mencoba berbicara pada Bintang:
Bulan
kenapa semakin hari engkau semakin menjauh dariku, akankah suatu saat nanti aku takkan bisa melihatmu lagi..
Bintang
inilah hidup, tidak ada satupun yang akan hidup selamanya. Suatu saat, kita pasti akan meninggalkan orang-orang yang kita cintai bahkan kita harus rela seandainya kita harus meninggalkan diri kita sendiri..
Langganan:
Postingan (Atom)