Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 01 April 2012
April Mop Bukan Untuk Dirayakan!
Dsini saya akan sharing sedikit mengenai asal mulanya istilah April Mop, yaitu yang sering dirayakan tepat pada tanggal 1 April ataupun beberapa hari sebelum/sesudahnya. Perayaan ini identik dengan hal-hal bodoh atau lelucon sehingga orang yang merayakan April Mop biasanya merayakannya dengan jahil atau ngerjain teman-temannya. Ada beberapa versi yang menjelaskan mengenai perayaan April Mop ini, diantaranya:
Perayaan April Mop konon diawali peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi. Kota-kota Islam di Spanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berhasil dikuasai tentara Salib. Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentara Salib itu berjanji keselamatan dan memperbolehkan umat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan mereka. Ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum Muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah. Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan konon dikenang sebagai "The April Fool Day".
Sedangkan yang lain memercayai bahwa April mop adalah praktek kuno. Meskipun tidak dirayakan pada hari yang sama, kebudayaan kuno telah mengamati hari ketika orang-orang dapat membuat lelucon bersama.
Jadi, sampai sekarang ada orang yang mempercayai bahwa peralihan ke bulan April atau tepatnya pada tanggal 1 April itu dijadikan sebagai ajang untuk membuat lelucon atau dengan bahasa tenarnya 'ngerjain' orang lain.
Demikianlah yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat bagi kita semua :)
Jumat, 28 Oktober 2011
Menularkan Kebahagiaan
Suatu ketika seorang kakek berjalan sendirian dengan keadaan hati yang tak karuan, terlihat dari raut mukanya yang suram, dan tidak ada sedikitpun celah untuk tersenyum. Si kakek yang bermuram durja itu terus berjalan entah tujuannya ke mana. Sampai pada suatu tempat kakek itu berhenti sejenak dan tampak memerhatikan sesuatu. Rupanya ia melihat seorang anak kecil yang sedang bermain di depan halaman rumah. Kakek itu terus memerhatikannya dan tidak mau beranjak pergi. Beberapa saat kemudian kakek itu mulai tersenyum melihat anak kecil tadi. Anak itu tampak lucu, dan membuat si kakek ikut bermain dengannya. Kakek yang tadinya bermuka suram sekarang menjadi tersenyum ketika bertemu dengan seorang anak kecil.
Setelah itu, kakek mulai berjalan kembali dengan muka yang cerah berseri-seri, tidak lagi memasang muka yang suram. Di tengah perjalanan, kakek tersebut bertemu dengan seorang penjual roti. kakek melihat muka si penjual itu penuh dengan kegalauan dan sangat suram. Dengan keadaan si kakek yang sedang senang, ia akhirnya membeli sepotong roti dari penjual tesebut. ia ingin menularkan kebahagiaannya kepada penjual roti itu. karena si kakek sedang bahagia, dan juga senang, kakek membelinya dengan harga lebih. Seharusnya dapat uang kembali, tapi ia malah meberikannya kepada si penjual roti. Tentunya penjual roti merasa senang, dan ia tidak bermuram durja lagi. Ia merasa bahagia, padahal awalnya ia tidak merasa se-bahagia itu. Si penjual roti pun pergi dengan kebahagiaan di hatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)